Perbedaan Sertifikasi EDGE dan LEED untuk Bangunan Berkelanjutan

Dalam membangun secara berkelanjutan, memilih sertifikasi EDGE atau LEED bisa menjadi langkah paling krusial. Dua sertifikasi ini paling diakui untuk arsitektur bangunan hijau. EDGE kependekan dari Excellence in Design for Greater Efficiencies dan LEED dari Leadership in Energy and Environmental Design. Meskipun keduanya bertujuan untuk mempromosikan keberlanjutan, namun ternyata keduanya memiliki perbedaan yang wajib diketahui.

Mengetahui Perbedaan Sertifikasi EDGE dan LEED

LEED menyediakan kerangka kerja luas dan holistik untuk desain berkelanjutan. Sedangkan EDGE fokus pada efisiensi sumber daya hemat biaya. Dengan demikian, membuatnya sangat menarik di pasar negara berkembang, seperti Indonesia. Dalam artikel ini, kami akan membahas perbedaan utama dari kedua sertifikasi ini untuk membantu seseorang memutuskan mana yang terbaik untuk tujuan proyeknya. Adapun perbedaannya antara lain: 

Cakupan dan Pendekatan Sertifikasi

Perbedaan sertifikasi EDGE dan LEED dilihat dari segi cakupan dan pendekatan sertifikasi. LEED dikembangkan oleh US Green Building Council (USGBC) dan dikenal karena pendekatannya yang luas. Selain itu, sertifikasi ini mengevaluasi semua aspek keberlanjutan bangunan. Mulai dari pemakaian energi, air hingga material dan kualitas udara di dalam ruangan.

Sementara itu, EDGE dibentuk oleh International Finance Corporation (IFC) yang berfokus pada efisiensi sumber daya.  Terutama dalam penghematan energi, air dan material. Dengan demikian, lebih mudah diakses dan disederhanakan untuk pasar negara yang sedang berkembang.

Efisiensi Energi dan Penggunaan Air

Sertifikasi EDGE menekankan pada peningkatan dasar sebesar 20% dalam efisiensi energi, air dan material. Tujuan utamanya fokus pada pengurangan nyata di area-area ini dengan metodologi yang disederhanakan. Sedangkan LEED mensyaratkan model energi dan strategi pengurangan air secara komprehensif. Fungsinya sebagai bagian dari tujuan keberlanjutan holistiknya dengan target pengurangan konsumsi sumber daya secara menyeluruh.

Biaya Sertifikasi

Sertifikasi LEED cenderung mahal, karena melibatkan beberapa langkah dokumentasi, data ekstensif dan investasi awal lebih tinggi. Sementara EDGE lebih terjangkau dengan proses efisien dan dirancang supaya hemat biaya. Khususnya di wilayah berkembang, sehingga menarik bagi pengembang dengan keterbatasan anggaran.

Memilih antara sertifikasi EDGE dan LEED tergantung pada tujuan, anggaran dan target pasar proyek masing-masing orang. LEED menawarkan pendekatan komprehensif dan sudah diakui secara internasional untuk bangunan berkelanjutan. Penggunaannya sangat ideal untuk proyek-proyek kelas atas atau berskala besar. Sementara itu, EDGE memiliki proses efisien dan hemat biaya. Dirancang untuk pasar negara berkembang dan pengembang dengan budget terbatas. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *