Memahami Cara Kerja Genset Sebagai Pemasok Listrik Cadangan

Cara kerja genset merupakan hal yang paling dasar dalam memahami mengapa genset akhirnya dijadikan solusi paling ideal ketika listrik utama tidak tersedia. Saat ini, kehidupan modern sangatlah bergantung terhadap listrik. 

Maka dari itu, genset memiliki peranan cukup krusial untuk kelancaran operasional gedung, industri, hingga rumah sakit. Karena itu, penting untuk memahami bagaimana cara kerja dari genset tersebut sebagai pemasok listrik cadangan.

Bagaimanakah Cara Kerja Genset?

Umumnya, cara kerja dari genset cukup sederhana yaitu mengubah energi dari bahan bakar menjadi listrik. Setelahnya, ketika listrik jaringan mati, maka prosesnya akan segera dimulai dengan sistem kontrol yang secara otomatis mendeteksi serta memulai mesin dari bantuan aki.

Selanjutnya, komponen-komponen di dalam genset seperti bahan bakar (bensin, diesel dan gas) akan dicampur dengan udara, lalu dibakar. Hasil dari pembakaran tersebut tentunnya akan menciptakan api yang menekan serta mendorong piston bergerak maju dan mundur.

Cara kerja genset, bagian poros engkol genset akan langsung terhubung ke alternator. Alternator ini akan berputar dengan magnet dan jika berputar akan menimbulkan arus listrik di dalam kawat (induksi elektromagnetik).

Kemudian AVR akan membantu stabilkan tegangan listrik agar tidak menjadi rendah atau tinggi. Proses terakhir ialah listrik akan dihantarkan ke berbagai peralatan yang membutuhkan daya. Jika listrik utama kembali, maka genset tidak langsung mati, melainkan mendinginkan komponennya terlebih dahulu agar tidak rusak. 

Panduan Perawatan Kinerja Genset agar Tetap Optimal

Usai mengetahui cara kerja genset, kini harus tahu panduan perawatannya. Langkah pertama yang dapat Anda lakukan untuk merawat genset yaitu melakukan perawatan rutin. Sebab tanpa perawatan, genset akan berisiko rusak secara tiba-tiba bahkan menghasilkan energi listrik menjadi tidak stabil.

Selanjutnya, Anda perlu memeriksa tingkat oli mesin secara teratur minimal 3 bulan sekali. Bersihkan dan ganti filter udara serta filter bahan bakar secara berkala, karena jika filter tersumbat akan menyebabkan mesin kesulitan untuk menyedot udara serta bahan bakar.

Kemudian, periksalah sistem pendingin pada genset untuk memastikan radiator terisi cukup air serta cairan serta saluran tidak tersumbat. Perlu diingat, jika genset terjadi overheating akan mengakibatkan mesin menjadi rusak.

Maka dari itu, periksa bagian aki pada genset serta pastikan daya menyala cukup dan bagian terminalnya tidak mengalami korosi. Terakhir, wajib melakukan uji coba setiap bulannya selama 10 hingga 15 menit untuk memastikan komponen tetap bergerak lancar dan terbebas dari risiko masalah dini.

Bersama dengan perawatan berkala secara tepat, hal tersebut mampu membantu meningkatkan umur pakai dari genset. Maka, genset akan terbebas dari risiko kerusakan serta kondisi tidak stabil. Adanya pemahaman mengenai setiap tahap dari cara kerja genset, diharapkan Anda dapat memanfaatkannya secara maksimal untuk dijadikan pemasok listrik cadangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *