Inilah Ciri-ciri Green Building di Indonesia

Green building di Indonesia memiliki karakteristik khas tersendiri. Karakteristik tersebut bisa jadi pembeda dengan konsep bangunan lainnya. Sebagaimana yang kita ketahui, konsep bangunan di Indonesia memang beragam.

Supaya lebih mudah mengenali bangunan hijau ini, tentu perlu mengetahui apa saja cirinya. Dari ciri tersebut, tentu tidak akan salah dalam memilih atau menentukan konsep bangunan. Maka dari itu, jangan lewatkan pembahasan lengkapnya di bawah ini.

Kriteria Green Building di Indonesia

Apabila ingin tahu ciri-ciri atau kriteria bangunan hijau di Indonesia, maka bisa menyimak uraian di bawah ini.

Efisiensi Energi

Salah satu kriterianya yaitu konsep bangunan hijau ini menawarkan efisiensi energi yang baik. Dalam hal ini, efisiensi energi mencakup banyak hal. Mulai udara, sinar matahari hingga energi yang berasal dari sisi operasional.

Efisiensi Desain Struktur

Ciri berikutnya yaitu memiliki desain struktur yang efisien. Hal ini berarti tahap konsep maupun desainnya adalah dasar di tiap proyeksi konstruksi.

Lokasi dan Transportasi

Cirinya rupanya juga berkaitan dengan lokasi dan transportasi. Pada umumnya, konsep bangunan hijau ini tak mendirikan bangunannya di area sensitif terhadap lingkungan. Selain itu, konsep bangunan ini menyediakan angkutan umum agar bisa meminimalisir pemakaian kendaraan pribadi.

Bahan Sekaligus Sumber Daya

Rupanya bahan dan sumber daya turut jadi kriteria bangunan hijau. Green building di Indonesia seringkali mengombinasikan sistem daur ulang. Karena hal itu, bangunan hijau hanya menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan.

Penggunaan bahan tersebut bisa menghemat sumber daya sebaik mungkin saat konstruksi. Mengenai bahan-bahannya juga beragam. Mulai dari wol domba, jerami dan masih banyak lagi.

Memaksimalkan Sistem Pencahayaan Natural

Cirinya juga ada kaitannya dengan sistem pencahayaan. Bangunan hijau menerapkan sistem pencahayaan natural yang lebih banyak daripada konsep bangunan lainnya. Dalam menerapkan sistem pencahayaan natural, ada banyak hal yang bisa dilakukan.

Salah satunya yaitu dengan menggunakan jendela yang ukurannya besar. Bisa juga menggunakan jendela yang jumlahnya banyak. Selain itu, pengguna juga bisa menggunakan skylight di hunian.

Apabila sistem pencahayaan naturalnya maksimal, maka bisa menciptakan suasana yang cerah. Ruangan juga terlihat lebih luas dari ukuran sebenarnya. Atmosfer bangunan pun jadi terasa lebih nyaman dan menyehatkan.

Minim Sekat Permanen

Konsep bangunan hijau juga diperlihatkan dengan kriteria berupa minimnya sekat permanen. Biasanya tembok jadi sekat utama dalam memisahkan satu ruangan dengan ruangan lainnya di rumah. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku pada konsep bangunan hijau.

Alih-alih menggunakan sekat permanen, pembatas ruangannya menggunakan rak ataupun lemari berbahan ramah lingkungan. Rak tersebut juga bisa digunakan untuk menyimpan barang sehingga multifungsi.

Tak bisa kita pungkiri bahwa green building di Indonesia memiliki ciri yang beragam. Ketahui cirinya dengan baik agar lebih mudah untuk mengenalinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *